Lirik Lagu YOASOBI "Tabun" Terjemahan Sub Indo & Maknanya

 

Lirik lagu "Tabun" karya YOASOBI mengisahkan momen perpisahan sebagai keheningan yang menyesakkan. Lagu ini dirilis sebagai single pada 20 Juli 2020 di bawah payung Sony Music Japan dan kelak masuk dalam EP The Book (2021).

Seperti "Yoru ni Kakeru", lagu ini didasarkan pada cerita pendek karya Shinano yang termuat di Monogatary.com. Lagu ini menggambarkan suasana pagi hari tepat setelah sebuah hubungan berakhir. 

Dalam lagu "Tabun" ini, Ayase dan Ikura berkolaborasi dengan Rockwell (gitar), Masahiko Fukui (mixing), dan Hidekazu Sakai (mastering). Ayase bertanggung jawab sebagai penulis lagu dan produser.

"Tabun" adalah single Yoasobi setelah "Halzion" dan sebelum "Gunjo". Single ini mendapatkan sertifikasi gold oleh RIAJ untuk penjualan dan 2 kali platinum untuk streaming yang menembus angka lebih dari 200 juta tayangan.

Fitur UtamaDetail Informasi
PenyanyiYOASOBI (ikura)
Komposer/PenulisAyase
Judul LaguTabun (Probably / たぶん)
Inspirasi Cerita"Tabun" karya Shinano (Monogatary.com)
Tahun Rilis2020
GenreJ-Pop / City Pop
Tema UtamaPerpisahan yang tenang dan penerimaan diri
Durasi04:18


Makna Lagu "Tabun" Yoasobi

Dengan latar belakang suasana pagi hari tepat setelah sebuah hubungan berakhir, Yoasobi menggambarkan "Tabun" tidak dalam drama berlebihan, melainkan fokus pada detail-detail kecil. Misalnya, hal-hal yang tertinggal di dalam ruangan yang dulu dihuni berdua, sehingga tercipta suasana yang terasa begitu dingin dan asing.

Pesan utama dalam lagu "Tabun" adalah sebuah hubungan bisa saja berakhir tanpa adanya pihak yang benar-benar bersalah. Melalui kata "Tabun" atau "Mungkin", aku lirik mencoba mencari alasan di balik kegagalan hubungan dengan sang kekasih. Namun, akhirnya aku lirik sampai pada kesimpulan bahwa ini bukan salah siapa pun. 

Perpisahan ini digambarkan sebagai sebuah "pergeseran" yang perlahan namun pasti: dua orang yang dulunya searah, lambat laun mulai berjalan di jalur yang berbeda tanpa mereka sadari.

Kehampaan emosional dalam lagu "Tabun" diperkuat dengan metafora debu yang mulai menumpuk pada hari-hari yang dulunya bersinar. Hal ini mengisyaratkan bahwa memori seindah apa pun tetap memiliki masa kedaluwarsa jika tidak lagi memiliki tempat di masa depan.

 Lagu ini menangkap realitas pahit bahwa terkadang rasa sayang yang tersisa justru berubah menjadi beban yang menyakitkan ketika dipaksakan untuk bertahan, sehingga melepaskan menjadi satu-satunya jalan keluar yang masuk akal.

Salah satu momen paling tragis dalam liriknya adalah munculnya kata "Okaeri" (Selamat datang di rumah) yang terucap karena kebiasaan. Kata tersebut meluncur begitu saja secara tidak sengaja, namun langsung disadari sebagai sebuah kesalahan oleh aku lirik. Pasalnya, sosok yang dituju sudah tidak lagi menjadi bagian dari rumah tersebut. 

Kontradiksi antara kebiasaan lama dan kenyataan baru ini menciptakan rasa canggung yang mendalam, menunjukkan betapa sulitnya menghapus jejak seseorang yang pernah menjadi pusat dunia kita.

"Tabun" ditutup dengan pengakuan akan dinginnya udara pagi yang menusuk. Suhu dingin ini bukan sekadar cuaca, melainkan simbol dari kesendirian yang kini harus dihadapi oleh aku lirik. Tidak ada lagi harapan muluk untuk kembali ke awal, karena ia tahu bahwa segalanya sudah terlalu banyak berubah untuk bisa diperbaiki kembali.

Dalam "Tabun", terungkap bahwa perpisahan yang paling menyakitkan terkadang bukanlah yang penuh dengan pertengkaran, melainkan yang terjadi dalam kepasrahan total. Pagi yang dingin itu menjadi saksi bisu berakhirnya sebuah babak kehidupan yang kini hanya menyisakan jejak-jejak tanpa suara.

 

Lirik Lagu YOASOBI "Tabun" & Terjemahan Sub Indo

Berikut ini lirik lagu YOASOBI "Tabun" lengkap dengan terjemahan bahasa Indonesia.

[Intro]
涙流すことすら無いまま
過ごした日々の痕一つも残さずに
さよならだ

Namida nagasu koto sura nai mama
Sugoshita hibi no ato hitotsu mo nokosazu ni
Sayonara da

Bahkan tanpa sempat meneteskan air mata
Tanpa meninggalkan satu pun bekas dari hari-hari yang telah terlewati
Inilah perpisahan

[Verse 1]
一人で迎えた朝に
鳴り響く誰かの音
二人で過ごした部屋で
目を閉じたまま考えてた
悪いのは誰だ
分かんないよ
誰のせいでもない
たぶん

Hitori de mukaeta asa ni
Narihibiku dareka no oto
Futari de sugoshita heya de
Me wo tojita mama kangaeteta
Warui no wa dare da
Wakannai yo
Dare no sei demo nai
Tabun

Di pagi hari yang kusambut sendirian
Suara seseorang terdengar bergema
Di kamar tempat kita biasa menghabiskan waktu bersama
Aku terus berpikir sambil memejamkan mata
Siapa yang bersalah?
Aku pun tak tahu
Ini bukan kesalahan siapa pun
Mungkin

[Chorus]
僕らは何回だってきっと
そう何年だってきっと
さよならと共に終わるだけなんだ
仕方がないよきっと「おかえり」
思わず零れた言葉は違うな

Bokura wa nankai datte kitto
Sou nannen datte kitto
Sayonara to tomo ni owaru dake nanda
Shikata ga nai yo kitto "Okaeri"
Omowazu koboreta kotoba wa chigau na

Kita pasti akan berkali-kali, tentu saja
Ya, bertahun-tahun pun, tentu saja
Hanya akan berakhir bersamaan dengan kata selamat tinggal
Tak ada gunanya menyesal, tentu saja, "Selamat datang di rumah"
Kata-kata yang tak sengaja terucap itu kini terasa keliru

[Verse 2]
一人で迎えた朝に
ふと想う誰かのこと
二人で過ごした日々の
当たり前がまだ残っている
悪いのは君だ
そうだっけ
悪いのは僕だ
たぶん

Hitori de mukaeta asa ni
Futo omou dareka no koto
Futari de sugoshita hibi no
Atarimae ga mada nokotte iru
Warui no wa kimi da
Sou dakke
Warui no wa boku da
Tabun

Di pagi hari yang kusambut sendirian
Tiba-tiba aku memikirkan seseorang
Hal-hal yang dulu terasa biasa di hari-hari saat kita bersama
Ternyata masih saja tersisa
Yang bersalah adalah dirimu
Benarkah begitu?
Ataukah yang bersalah adalah aku?
Mungkin

[Verse 3]
これも大衆的恋愛でしょ
それは最終的な答えだよ
僕らだんだんとズレていったの
それもただよくある聴き慣れたストーリーだ
あんなに輝いていた日々にすら
埃は積もっていくんだ

Kore mo taishuuteki ren'ai desho
Sore wa saishuuteki na kotae da yo
Bokura dandan to zurete itta no
Sore mo tada yoku aru kikinareta sutoorii da
Anna ni kagayayite ita hibi ni sura
Hokori wa tsumotte ikunda

Ini pun hanyalah kisah cinta yang biasa, bukan?
Itulah jawaban akhirnya
Kita secara perlahan mulai bergeser menjauh
Itu pun hanyalah cerita yang sudah sering kudengar
Bahkan pada hari-hari yang dulu begitu bersinar
Kini debu mulai menumpuk di atasnya

[Bridge]
分かり合えないことなんてさ
幾らでもあるんだきっと
全てを許し合えるわけじゃないから
ただ、優しさの日々を
辛い日々と感じてしまったのなら
戻れないから

Wakariaenai koto nante sa
Ikura demo aru nda kitto
Subete wo yurushiaeru wake janai kara
Tada, yasashisa no hibi wo
Tsurai hibi to kanjite shimatta no nara
Modorenai kara

Hal-hal yang tidak bisa saling kita pahami
Pasti ada banyak sekali jumlahnya
Karena bukan berarti kita bisa memaafkan segalanya
Hanya saja, jika hari-hari yang penuh kebaikan itu
Mulai terasa sebagai hari-hari yang menyakitkan
Maka kita tidak bisa kembali lagi

[Chorus]
僕らは何回だってきっと
そう何年だってきっと
始まりに戻ることが出来たなら
なんて、思ってしまうよ「おかえり」
届かず零れた言葉に笑った

Bokura wa nankai datte kitto
Sou nannen datte kitto
Hajimari ni modoru koto ga dekita nara
Nante, omotte shimau yo "Okaeri"
Todokazu koboreta kotoba ni waratta

Kita pasti akan berkali-kali, tentu saja
Ya, bertahun-tahun pun, tentu saja
"Andai saja kita bisa kembali ke awal"
Begitulah, aku malah memikirkan hal itu, "Selamat datang di rumah"
Aku pun tertawa pada kata-kata yang terucap tanpa pernah tersampaikan

[Outro]
少し冷えた朝だ

Sukoshi hieta asa da
Pagi ini terasa sedikit dingin

 

Anda dapat pula membaca terjemahan lirik lagu Jpop & Jrock lainnya melalui tautan berikut, termasuk lirik lagu Ado, Fujii Kaze, Aimer, hingga L'Arc~en~Ciel.

 

Post a Comment

0 Comments