Lirik lagu "Home" yang dibawakan Charlie Puth dan Utada Hikaru bertemakan istimewanya rumah sebagai tempat kehangatan jiwa dengan kekasih hati. Lagu yang dirilis sebagai single pada 9 Maret 2026 ini masuk ke dalam album Whatever's Clever.
Lagu "Home" adalah single keempat Charlie Puth untuk album Whatever's Clever!. Sebelumnya, sudah ada single "Changes" yang dirilis pada 2025, yang disusul dengan "Beat Yourself Up" dan "Cry" (featuring Kenny G.)
Kolaborasi Charlie Puth dengan Utada Hikaru cukup unik. Puth mengakui ada kehormatan tersendiri baginya bisa membuat Utada menyanyikan lagu tersebut. Di sisi lain, Utada menyebut ada tantangan tersendiri baginya ketika diminta untuk menuliskan lirik dalam bahasa Jepang untuk "Home".
Katanya, "merupakan tantangan yang sangat menyenangkan untuk menyumbangkan lirik Jepang ke lagu berbahasa Inggris, terutama menciptakan rima dalam bahasa yang memiliki fonetik sangat berbeda."
Charlie Puth menyebutkan, lagu "Home" ini ditulis untuk sang istri, Brooke Sansone, yang tengah menanti anak pertama mereka.
"Brooke telah mengubah hidupku menjadi lebih baik dan memberiku perspektif baru tentang mengapa dan di mana aku berada di dunia ini. Semuanya menjadi masuk akal bersamanya," papar Puth.
| Fitur Utama | Detail Informasi |
| Penyanyi Utama | Charlie Puth |
| Kolaborator | Utada Hikaru (宇多田ヒカル) |
| Judul Lagu | Home |
| Album | Whatever's Clever! (2026) |
| Tanggal Rilis | 9 Maret 2026 |
| Genre | Pop / Contemporary Ballad |
| Bahasa | Inggris & Jepang |
| Tema Sentral | Perbedaan antara tempat tinggal (house) dan kehangatan jiwa (home) |
| Label | Atlantic Records |
Makna Lagu Charlie Puth & Utada Hikaru "Home"
Lagu "Home" yang dibawakan oleh Charlie Puth dan Utada Hikaru menampilkan kontras yang tajam antara sebuah bangunan yang "tanpa jiwa" dengan bangunan ketika menjadi tempat tinggal yang penuh kehangatan.
Charlie Puth membuka lagu ini dengan pengakuan yang jujur soal sia-sianya materi melalui metafora "kacamata merah muda" dan "pagar kayu putih." Simbol-simbol ini menggambarkan kehidupan ideal yang sering diimpikan banyak orang, yaitu kemapanan, keindahan visual, dan kenyamanan finansial.
Memang, semua itu tampak sempurna dari luar. Namun, Charlie menegaskan bahwa semua kemewahan itu justru mempertegas kehampaan saat sosok yang dicintai tidak ada di sana Baginya, rumah yang megah hanyalah sebuah ruang hampa yang dingin tanpa kehadiran jiwa yang ia rindukan.
Kisah ini berlanjut pada bagaimana kemewahan sering kali gagal menutupi rasa kesepian yang mendalam. Meskipun seseorang memiliki dapur yang indah atau pemandangan jendela yang menawan, waktu seolah berhenti dan terasa membosankan saat dilewati sendirian.
Charlie menggambarkan perasaan terisolasi ini sebagai konsekuensi logis dari sebuah perpisahan. Tanpa kehadiran pasangan, sebuah rumah kehilangan fungsinya sebagai pelindung emosional. Tempat yang seharusnya hangat itu berubah menjadi sekadar tumpukan bata dan semen yang tidak memiliki kehangatan sama sekali.
Ketika Utada Hikaru masuk di bait kedua, makna lagu ini berkembang menjadi lebih kompleks dan personal. Utada bercerita tentang bagaimana ia telah membangun "istana"-nya sendiri tanpa harus berkompromi dengan siapa pun.
Ini mencerminkan sosok modern yang mampu berdiri kokoh di atas kaki sendiri. Namun, kekuatan dan kemandirian tersebut akhirnya menemui titik baliknya saat aku lirik yang ditembangkan Utada mengakui bahwa kebebasan mutlak tidak bisa menggantikan kerinduan akan koneksi manusiawi. Di sini terungkap pengakuan aku lirik bahwa sehebat apa pun benteng yang dia bangun, ia tetap membutuhkan seseorang untuk berbagi hidup.
Penggunaan konsep budaya Jepang seperti ritual Tadaima (aku pulang) dan Itterasshai (selamat jalan) dalam lirik Utada memberikan dimensi spiritual yang lebih dalam pada lagu ini. Istilah-istilah tersebut menjadi pengakuan akan adanya tempat berlabuh dan seseorang yang menanti.
Utada menekankan bahwa kebahagiaan sejati justru terletak pada interaksi sederhana yang rutin dilakukan bersama pasangan setiap harinya. Tanpa adanya siklus "pergi dan pulang" ini, sebuah rumah tidak akan pernah terasa lengkap, melainkan hanya menjadi tempat persinggahan yang sunyi dan tidak menyenangkan.
Lagu "Home" membawa pendengar pada pemahaman bahwa rumah adalah tentang perasaan aman dan diterima sepenuhnya oleh seseorang. Bahkan jika seseorang harus terbangun di surga sekalipun, tempat itu tidak akan pernah terasa seperti rumah sejati jika orang yang dicintai tidak ada di sisi. Tanpa cinta, bahkan tempat yang paling indah di alam semesta pun akan terasa asing dan tidak membuat betah.
Lirik Lagu Charlie Puth & Utada Hikaru "Home" Sub Indo
Berikut adalah lirik "Home" yang dinyanyikan Charlie Puth dan Utada Hikaru lengkap dengan terjemahan (subtitle) bahasa Indonesia.
"HOME"
[Verse 1: Charlie Puth]
Through the rose-colored lenses (Lenses)
And the white picket fences (Fences)
No matter how good this is, could never satisfy (Satisfy)
When it's you that I'm missin' (Missin')
Now I sit in the kitchen (Kitchen)
Through the windowpane, I watch the day turn to night (Night)
Lewat sudut pandang yang indah, tapi semu
Dan pagar kayu putih yang tampak sempurna
Tak peduli seberapa bagus segala ini, takkan pernah bisa memuaskan
Saat kaulah yang sebenarnya kurindukan
Kini ku hanya duduk terdiam di dapur
Lewat kaca jendela, kusaksikan siang berganti jadi malam
[Pre-Chorus: Charlie Puth]
It ain't a mystery
That every time you leave
That's when I feel the most alone, oh
Bukan misteri lagi
Setiap kali kau berlalu pergi
Saat itulah ku merasa paling sepi, oh
[Chorus: Charlie Puth]
Ooh, don't you know
That you're the one who makes this house a home (House a home)
And so, when you go (When you go)
It feels so cold without the soul
You're the one who makes this house a home
Ooh, tidakkah kau tahu?
Bahwa kaulah satu-satunya yang membuat bangunan ini menjadi rumah
Dan karena itu, saat kau pergi
Segalanya terasa begitu dingin tanpa jiwa
Kau jadikan rumah ini tempat pulang
[Verse 2: Hikaru Utada]
Hitori no jikan mo taisetsu
Dare ni mo dakyou sezu
Watashi dake no oshiro wo kizuita
But it's you I was missin'
Kimi ni mainichi tadaima to iwasete kudasai
Itterasshai
Kimi ga inai kono ie wa suki janai
Waktu 'tuk menyendiri memanglah penting
Tanpa harus berbagi dengan siapa pun
Ku telah membangun istanaku sendiri
Namun tetap saja, kaulah yang kurindu
Biar ku mengucap "Aku pulang" padamu setiap hari
"Selamat jalan"
Tak kusuka rumah ini jika kau tiada di sini
[Chorus: Hikaru Utada]
Ooh, don't you know (Don't you know)
That you're the one who makes this house a home (House a home)
And so (So), when you go (When you go)
Natsu demo kogoecchai sou
Kimi no nukumori ga home
Ooh, tidakkah kau tahu?
Kaulah satu-satunya yang membuat bangunan ini menjadi rumah
Dan begitulah, saat kau pergi
Bahkan di tengah musim panas pun ku seolah membeku
Hangatmulah rumahku yang sebenarnya
[Pre-Chorus: Charlie Puth & Hikaru Utada]
It ain't a mystery
That every time you leave
That's when I feel the most alone, oh
Atarimae ni nari sou na toki
Omoide shite hoshii
Bukan misteri lagi
Setiap kali kau berlalu pergi
Saat itulah ku merasa paling sepi
Saat segalanya mulai terasa biasa saja dan monoton
Ku ingin kau selalu mengingat (kenangan kita)
[Outro: Hikaru Utada & Charlie Puth]
Aru hi rakuen de me ga samete mo
Kimi ga inakya nagai shinai ne
Donna goutei te ni ire tatte
Kimi ga inakya haribote douzen
Oh, you're the one who makes this house a home
You made this house a home, oh, oh, oh
Jika suatu hari ku terbangun di surga sekalipun
Jika kau tiada di sana, ku takkan betah berlama-lama
Tak peduli rumah mewah apa yang kumiliki
Tanpamu, semua hanyalah dekorasi kosong yang rapuh
Oh, kaulah yang membuat bangunan ini kadi sebuah rumah
Kau jadikan rumah ini tempat pulang yang nyata

0 Comments
Silakan berdiskusi dengan sopan. Komentar akan muncul setelah dimoderasi