Lagu "Namidairo" dirilis sebagai single ke-11 Yui pada 27 Februari 2008. Lagu ini juga menjadi tema untuk Drama TV 4 Shimai Tantei Dan. Lagu berdurasi 3 menit 43 detik ini sudah menjadi anthem tersendiri untuk penggemar Yui.
Single "Namidairo" mampu menembuss peringkat 3 Oricon Weekly dan mendapatkan sertifikat gold oleh RIAJ setelah terjual lebih dari 115.000 kopi. "Namidairo" mampu bertahan selama 10 minggu di Oricon Chart Weekly.
"Namidairo" yang bisa diartikan sebagai "Warna Air Mata" atau "Warna Tangis" masuk dalam album ketiga Yui, I Loved Yesterday (rilis 9 April 2008). Tepatnya, di track kelima, setelah "No way" dan sebelum "Daydreamer".
Penjelasan Makna Lagu "Namidairo" Yui
Rasa takut kehilangan sering kali membuat seseorang memilih diam ketimbang mengutarakan apa yang sebenarnya ia rasakan. Dalam lagu "Namidairo", Yui menangkap rumitnya hubungan yang rapuh ini melalui sudut pandang aku lirik, seorang wanita yang terjebak dalam dilema antara ingin dimengerti dan takut membebani pasangannya.
Langkah kaki saat berjalan pulang menjadi ruang perenungan yang dingin, tempat kecemasan perlahan tumbuh hanya karena melihat lampu kamar pasangan yang menyala tanpa tahu apa yang sedang berkecamuk di dalam sana.
Konflik emosional semakin dalam ketika hadir engkau, sosok pasangan yang dinilai "curang". Sikap kau yang selalu cepat meminta maaf setiap kali pertengkaran terjadi justru menciptakan tembok baru.
Permintaan maaf yang terlalu mudah itu tidak lantas menyelesaikan akar masalah, melainkan meredam keberanian si wanita untuk jujur. Kelembutan yang ditunjukkan sang kekasih malah terasa menyiksa aku lirik karena membuatnya merasa bersalah jika harus menuntut lebih banyak perhatian.
Judul "Namidairo" atau "Warna Air Mata" menjadi ungkapan kesepian yang menyelimuti malam-malam tanpa komunikasi. Ada dorongan kuat untuk bersikap egois, melepaskan segala kebiasaan mengalah, dan membuat sang kekasih kerepotan demi membuktikan kepeduliannya. Namun, keinginan aku lirik untuk meluapkan perasaan tersebut selalu tertahan oleh kenyataan bahwa ia tidak ingin menjadi sosok yang menyusahkan dalam hubungan tersebut.
Topeng ketegaran dibangun lewat kata "aku baik-baik saja" yang terus diulang. Ucapan tersebut berfungsi sebagai pelindung sekaligus kebohongan kecil yang paling merusak. Di balik kata-kata itu, ada harapan tersirat aku lirik agar sang kekasih mampu membaca kebohongan tersebut tanpa perlu diucapkan secara gamblang. Kepura-puraan ini menjadi cermin betapa rapuhnya pertahanan diri seseorang ketika berhadapan dengan orang yang dicintainya.
Lagu ini ditutup dengan kesadaran yang getir mengenai batasan diri aku lirik. Meskipun telah bertekad untuk tidak menangis dan tetap terlihat kuat, pertahanan itu runtuh saat ia menyadari bahwa dirinya tidak benar-benar sekuat yang ditunjukkan.
Pertanyaan "apakah kamu baik-baik saja?" yang dialamatkan kepada pasangan di akhir cerita memperlihatkan betapa ia tetap memikirkan perasaan orang lain, meskipun hatinya sendiri sedang hancur.
Lirik Lagu "Namidairo" Yui Sub Indo
Berikut ini lirik lagu "Namidairo" yang menjadi salah satu lagu ikonik Yui beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
"NAMIDAIRO" (WARNA AIR MATA)
lirik/musik: Yui/ arranger: northa+
嫌われているような 気がしてた 帰り道
見上げた部屋の灯り 今 どんな気持ちでいるのだろう?
Kirawareteiru youna ki ga shiteta kaerimichi
Miageta heya no akari ima donna kimochi de iru no darou?
Dalam perjalanan pulang, ku merasa seolah kau benci diriku
Menengadah ke arah lampu kamar, kuterka bagaimana perasaanmu saat ini?
ケンカになればすぐ謝る よわくて アナタハ ズルイヒト
KENKA ni nareba sugu ayamaru yowakute ANATA WA ZURUI HITO
Kau selalu cepat meminta maaf jika kita bertengkar; aku yang lemah, dan kau yang ... sungguh curang
なみだいろ 声が聞こえない夜は
困らせてしまうほど わがままになりたい
Namidairo koe ga kikoenai yoru wa
Komarasete shimau hodo wagamama ni naritai
Pada malam yang kelabu oleh air mata, saat tak mendengar suaramu
Kuingin egois saja sampai membuat kau susah
だいじょうぶ そう言ってみたけど
そんなはずないでしょ...
Daijyoubu sou itte mita kedo
Sonna hazu nai desho...
"Aku baik-baik saja," kuberkata demikian
Tapi mana mungkin begitu ...
水たまりに映る 哀しい顔 見慣れている
ムリ 言わないつもり わかってるから 苦しくなるの
Mizutamari ni utsuru kanashii kao minareteiru
Muri iwanai tsumori wakatteru kara kurushiku naru no
Wajah sedih yang terpantul di genangan air, sudah terbiasa kumenatapnya
Tak berniat kupaksa kehendak, tapi karena paham situasi, justru menyakitkan
優しくされると泣けてくる やぱっり アナタハ ズルイヒト
Yasashiku sareru to nakete kuru yappari ANATA WA ZURUI HITO
Saat kau bersikap lembut, air mataku jatuh; memang... kau sungguh curang
なみだいろ 声が聞こえない夜は
困らせてしまうほど わがままになりたい
Namidairo koe ga kikoenai yoru wa
Komarasete shimau hodo wagamama ni naritai
Pada malam yang kelabu oleh air mata, saat tak mendengar suaramu
Kuingin menang sendiri saja, sampai membuat kau susah
だいじょうぶ そう言ってみたけど
そんなはずないでしょ...
Daijyoubu sou itte mita kedo
Sonna hazu nai desho...
"Aku baik-baik saja," kuberkata demikian
Tapi mana mungkin begitu ...
あなたの前じゃ 嘘つきよ
気づいてほしいと 思っているの
そんなに強いわけじゃないからね アタシ
Anata no mae jya usotsuki yo
Kizuite hoshii to omotte iru no
Sonna ni tsuyoi wake jyanai kara ne ATASHI
Di hadapanmu, aku ini pembohong
Inginku, kau menyadarinya
Karena sebenarnya, aku tidak sekuat itu
涙こぼさない 決めていたのに
困らせてしまうよね? わがままになれない
Namida kobosanai kimete ita no ni
Komarasete shimau yo ne? Wagamama ni narenai
Sudah bertekad 'tuk tak meneteskan air mata
Tapi ku pasti menyusahkanmu. Tak bisa menang sendiri
だいじょうぶ? なんてまた訊くけど
そんなはずないでしょ...
Daijyoubu? Nante mata kiku kedo
Sonna hazu nai desho...
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanyaku lagi padamu
Tapi mana mungkin demikian

0 Comments
Silakan berdiskusi dengan sopan. Komentar akan muncul setelah dimoderasi