Lagu "Sayonara no Natsu" atau yang berjudul lengkap "Sayonara no Natsu ~ Kokurikozaka" dirilis oleh Aoi Teshima pada 1 Juni 2011. Lagu ini menjadi OST (theme song) film Ghibli, Kokurikozaka. Sebelum dinyanykkan oleh Aoi Teshima, lagu ini dibawakan oleh Ryoko Moriyama pada 1976.
Lirik lagu "Sayonara no Natsu" yang berdurasi 5 menit dan 23 detik ini ditulis oleh Marimura Yukiko, sedangkan musiknya dibuat oleh Satoshi Takebe dengan komposer Koichi Sakata. Lagu yang menjadi single keempat Aoi Teshima ini dipublikasikan di bawah label Yamaha Music Communications.
Makna Lagu "Sayonara no Natsu" & Penjelasannya
Lagu "Sayonara no Natsu" menangkap rasa rindu aku lirik yang tertahan di balik ketenangan musim panas. Melalui lanskap pelabuhan dan kota pesisir, liriknya memperlihatkan aku lirik yang sedang mengolah perpisahan dengan sang kekasih tanpa harus tenggelam dalam drama yang berlebihan.
Perjalanan emosional aku lirik dibuka dengan pemandangan kapal yang perlahan menjauh di lautan lepas. Suara klakson kapal menjadi tanda tegas bahwa sang kekasih telah pergi, menyisakan ruang kosong yang kini cuma diisi oleh embusan angin bukit. Ada keraguan manis ketika aku lirik menyusuri jalanan menurun, mempertanyakan apakah nostalgia musim panas masih bisa mempertemukannya kembali dengan kenangan tersebut.
Penggambaran rasa cinta dalam lagu ini menggunakan kiasan yang sangat dinamis. Cinta tidak dihadirkan sebagai sesuatu yang statis, melainkan seperti melodi yang naik-turun atau burung camar yang melintas di angkasa. Gerakan pasang surut ini mencerminkan perasaan orang yang sedang jatuh cinta sekaligus takut kehilangan.
Suara piano yang bersahut-sahut di kejauhan disamakan dengan gemuruh ombak pantai. Di tengah keramaian petang, tokoh utama memperhatikan lalu lalang orang-orang sambil bertanya-tanya apakah mereka juga membawa harapan yang sama. Cinta kemudian diibaratkan sebagai buku harian yang mencatat kejadian demi kejadian, atau perahu kecil yang berlayar sendirian menembus awan.
Menjelang bait-bait akhir, fokus batin aku lirik bergeser pada perjalanan waktu. Cinta masa lalu dipandang sebagai air mata yang lambat laun mengering ditelan hari. Sementara itu, harapan akan cinta di masa depan diibaratkan seperti reff lagu yang terus berulang tanpa garis akhir yang pasti.
Latar matahari terbenam menjadi benang merah yang mengikat seluruh keraguan tersebut. Di bawah langit senja yang memerah, ia bertanya pada diri sendiri apakah sosok yang dirindukannya juga sedang menoleh dan mencarinya dari kejauhan. Kehangatan nada Aoi Teshima membungkus rasa kehilangan tersebut menjadi sesuatu yang anggun untuk dikenang.
Lirik Lagu "Sayonara no Natsu" Sub Indo
Berikut ini lirik lagu "Sayonara no Natsu" lengkap dengan kanji, romaji, dan terjemahan bahasa Indonesia.
さよならの夏
光る海に かすむ船は
さよならの汽笛 のこします
ゆるい坂を おりてゆけば
夏色の風に あえるかしら
わたしの愛 それはメロディー
たかく ひくく 歌うの
わたしの愛 それはカモメ
たかく ひくく 飛ぶの
夕陽のなか 呼んでみたら
やさしいあなたに 逢えるかしら
Hikaru umi ni kasumu funewha
Sayonara no kiteki nokoshimasu
Yurui saka o orite yukeba
Natsu iro no kaze ni aeru kashira
Watashi no ai sore wa merodī
Takaku hikuku utau no
Watashi no ai sore wa kamome
Takaku hikuku tobu no
Yuuhi no naka yonde mitara
Yasashii anata ni aeru kashira
Di laut yang berkilau, kapal yang samar
Meninggalkan klakson perpisahan
Jika kususuri landainya bukit ini
Bisakah bertemu dengan angin berwarna musim panas?
Cintaku, itu adalah melodi
Nanyian yang membubung dan meliuk
Cintaku, itu adalah burung camar
Kepakan terbang yang membubung dan meliuk
Jika kucoba memanggil di tengah matahari terbenam
Bisakah ku bertemu denganmu yang lembut?
だれかが弾く ピアノの音
海鳴りみたいに きこえます
おそい午後を 往き交うひと
夏色の夢を はこぶかしら
わたしの愛 それはダイアリー
日々のページ つづるの
わたしの愛 それは小舟
空の海をゆくの
夕陽のなか 降り返れば
あなたはわたしを 探すかしら
Dare ka ga hiku piano no oto
Uminari mitai ni kikoemasu
Osoi gogo o yuki kau hito
Natsu iro no yume o hakobu kashira
Watashi no ai sore wa daiarī
Hibi no pēji tsuzuru no
Watashi no ai sore wa kobune
Sora no umi o yuku no
Yuuhi no naka furikaereba
Anata wa watashi o sagasu kashira
Suara piano yang dimainkan seseorang
Terdengar seperti gemuruh ombak
Mereka yang lalu lalang di petang hari
Apakah mereka membawa mimpi berwarna musim panas?
Cintaku, itu adalah buku harian
Lembar demi lembar hari yang terukir
Cintaku, itu adalah perahu kecil
Yang mengarungi lautan langit
Jika kubalikkan badan di tengah matahari terbenam
Apakah kau tengah mencariku?
散歩道に ゆれる木々は
さよならの影を おとします
古いチャペル 風見の鶏(とり)
夏色の街は みえるかしら
きのうの愛 それは涙
やがて かわき 消えるの
あしたの愛 それはルフラン
おわりのない言葉
夕陽のなか めぐり逢えば
あなたはわたしを 抱くかしら
Sanpomichi ni yureru kigi wa
Sayonara no kage o otoshimasu
Furui chaperu kazami no tori
Natsu iro no machi wa mieru kashira
Kinou no ai sore wa namida
Yagate kawaki kieru no
Ashita no ai sore wa rufuran
Owari no nai kotoba
Yuuhi no naka meguriaeba
Anata wa watashi o daku kashira
Pepohonan yang bergoyang di jalan setapak
Menciptakan bayangan perpisahan
Gereja tua, penunjuk angin berbentuk ayam
Bisakah kota berwarna musim panas itu terlihat?
Cinta kemarin, itu adalah air mata
Yang perlahan mengering dan menghilang
Cinta esok hari, itu adalah bait ulangan
Kata-kata yang tak pernah usai
Jika kita berpapasan kembali di tengah matahari terbenam
Apakah kau 'kan memelukku?

0 Comments
Silakan berdiskusi dengan sopan. Komentar akan muncul setelah dimoderasi