Seiring dengan berakhirnya Shibuya Incident Arc, para penggemar anime menyambut babak paling brutal dalam sejarah Jujutsu Kaisen: Culling Game. Menjadi fokus utama untuk JJK Season 3, Culling Game bukan sekadar turnamen bela diri biasa, melainkan sebuah ritual pemusnahan massal yang dirancang oleh Kenjaku untuk merevolusi energi kutukan di Jepang.
Bagi penonton yang ingin memahami kompleksitas arc ini sebelum animenya tayang, berikut adalah panduan lengkap mengenai mekanisme, aturan ketat, hingga daftar chapter manga yang melandasinya.
Memahami Esensi Culling Game: Evolusi atau Kepunahan?
Secara harfiah, Culling Game (Shimetsu Kaiyu) adalah permainan maut yang melibatkan ribuan pengguna kutukan (sorcerer) dan warga sipil yang baru saja mendapatkan kekuatan. Kenjaku, antagonis utama di balik tubuh Suguru Geto, merancang permainan ini sebagai katalis untuk memaksa evolusi umat manusia di Jepang agar menyatu dengan Master Tengen.
Berbeda dengan turnamen dalam anime shonen pada umumnya, Culling Game tidak memiliki garis finish yang jelas. Tujuannya adalah mengakumulasi energi kutukan dalam jumlah masif melalui pertumpahan darah di dalam 10 koloni yang tersebar di seluruh Jepang.
Lantas, mengapa Culling Game begitu berbahaya?
Pertama, karena skala permainan ini adalah nasional, meliputi wilayah dari Sendai hingga Kagoshima.
Kedua, pesertanya heterogen: melibatkan penyihir masa lalu yang dibangkitkan kembali dan manusia modern yang baru membangkitkan teknik kutukan.
Faktor lain, ada hukuman mati otomatis. Pelanggaran aturan berujung pada ekstraksi teknik kutukan yang mengakibatkan kematian.
Jika Anda tertarik untuk membaca rekomendasi artikel Larukupedia seputar Attack on Titan, klik di sini--
8 Aturan Dasar Culling Game yang Wajib Diketahui
Setiap peserta terikat oleh Sumpah Pengikat (Binding Vow) yang sangat kuat. Mengabaikan aturan ini berarti maut. Berikut adalah 8 aturan awal yang ditetapkan oleh Kenjaku:
| No | Aturan | Penjelasan |
| 1 | Deklarasi Partisipasi | Setelah membangkitkan teknik kutukan, pemain harus menyatakan partisipasi di koloni pilihan dalam waktu 19 hari. |
| 2 | Pelanggaran Waktu | Pemain yang melanggar aturan pertama akan dikenakan penghapusan teknik kutukan (yang berujung pada kematian). |
| 3 | Persetujuan Sukarela | Non-pemain yang memasuki koloni akan dianggap sebagai peserta dan harus mengikuti aturan main. |
| 4 | Poin Pembunuhan | Pemain mendapatkan poin dengan membunuh pemain lain. |
| 5 | Nilai Poin | Secara default, membunuh Sorcerer bernilai 5 poin, sedangkan non-sorcerer bernilai 1 poin. |
| 6 | Penambahan Aturan | Pemain dapat menggunakan 100 poin untuk bernegosiasi dengan Kogane (asisten game) guna menambah aturan baru. |
| 7 | Otoritas Kogane | Selama tidak berdampak jangka panjang pada keberlangsungan game, penambahan aturan harus diterima. |
| 8 | Kelangsungan Game | Jika seorang pemain membunuh peserta lain, poin akan berpindah sesuai dengan nilai yang ditentukan. |
Catatan Penting: Aturan-aturan ini bersifat dinamis. Sepanjang cerita, protagonis kita seperti Itadori Yuji dan Megumi Fushiguro akan mencoba menambah aturan baru untuk menyelamatkan Tsumiki Fushiguro dan meminimalisir korban jiwa.
Mekanisme Hukuman dan Peran Kogane
Dalam Culling Game JJK, tidak ada wasit manusia. Fungsi pengawasan dijalankan oleh entitas bernama Kogane. Setiap pemain memiliki satu Kogane yang melayang di dekat mereka.
Fungsi Kogane adalah ,emberikan informasi daftar pemain, jumlah poin, dan memproses permintaan penambahan aturan.
Terkait hukuman, nantinya hukuman bagi pelanggar aturan adalah "Penghapusan Teknik Kutukan". Dalam dunia Jujutsu Kaisen, teknik kutukan terikat erat dengan otak dan fungsi biologis. Menghapus teknik tersebut secara paksa sama saja dengan menghancurkan otak pengguna, yang secara instan menyebabkan kematian.
Bagi Anda yang tidak sabar menunggu versi anime, Culling Game mencakup porsi yang sangat besar di dalam manga karya Gege Akutami. Arc ini dimulai segera setelah Itadori's Extermination Arc dan Perfect Preparation Arc.
Anda yang ingin mendalami chapter demi chapter Jujutsu Kaisen seputar Culling Game, baca panduannya di Larukupedia lewat tautan ini.
Strategi Menghadapi Culling Game & Apa Saja Misi Tim Yuji Itadori?
Tujuan utama Yuji, Megumi, Panda, dan Maki dalam permainan ini adalah 3 poin utama.
Pertama, mengumpulkan 100 Poin: Untuk menambah aturan yang mengizinkan pemain keluar dari game.
Kedua, mencari "The Angel": Peserta bernama Hana Kurusu yang memiliki teknik kutukan untuk membuka segel Prison Realm yang mengurung Satoru Gojo.
Terakhir, melindungi Tsumiki Fushiguro: Mencegah kakak Megumi terpaksa membunuh orang lain di dalam koloni.
Lantas, mengapa Culling Game berbeda dari Arc sebelumnya?
Jika Shibuya Incident adalah tentang kekacauan dan keputusasaan, Culling Game JJK adalah tentang strategi dan eksplorasi sistem kekuatan. Gege Akutami memperkenalkan banyak karakter baru dengan teknik kutukan yang sangat kompleks—mulai dari teknik berbasis hukum (Deadly Sentencing) hingga teknik berbasis sinematografi.
Secara visual, Jujutsu Kaisen Season 3 diprediksi akan menjadi tantangan besar bagi MAPPA Studio karena banyaknya pertarungan high-octane yang terjadi secara simultan di lokasi yang berbeda.
Culling Game adalah arc yang akan mengubah lanskap dunia Jujutsu selamanya. Dengan aturan yang mematikan, kembalinya penyihir legendaris dari masa lalu, dan taruhan nyawa yang lebih tinggi, Jujutsu Kaisen Season 3 dipastikan akan menjadi tontonan yang mendebarkan.
Memahami aturan Culling Game dan mengikuti daftar chapter JJK di atas akan membantu Anda mengapresiasi kejeniusan pembangunan dunia yang dilakukan oleh Gege Akutami. Tetap pantau perkembangannya hanya di Larukupedia untuk update terbaru seputar dunia anime.
Jika Anda tertarik membaca artikel lain dari Larukupedia seputar dunia anime, klik di sini.

0 Comments
Silakan berdiskusi dengan sopan. Komentar akan muncul setelah dimoderasi