Deru sabetan sakabatou Kenshin Himura, sang samurai yang masih bertahan di era Meiji memang jadi alasan utama kita terpikat pada Rurouni Kenshin (Samurai X). Namun, ada satu elemen yang bikin serial ini begitu melekat di ingatan: jajaran soundtrack-nya.
Dari petikan gitar rock yang menghentak sampai melodi pop melankolis, musik pengiring petualangan Kenshin Himura selalu berhasil mengaduk-aduk emosi penonton di setiap awal dan akhir episode.
Keberhasilan album lagu tema Rurouni Kenshin tak lepas dari keputusan berani produser menggandeng band-band papan atas J-Pop dan J-Rock era 90-an. Alhasil, deretan lagu pembuka dan penutupnya langganan menduduki tangga lagu Oricon di Jepang.
Berikut adalah daftar lengkap lagu tema Rurouni Kenshin yang mengiringi perjalanan Kenshin Himura dari awal hingga akhir.
Daftar Lagu Opening (Pembuka) Samurai X
Serial animasi TV Samurai X memiliki total tiga lagu pembuka yang mendampingi perjalanan anime ini dari episode awal hingga episode terakhirnya.
1. "Sobakasu" (そばかす) – JUDY AND MARY (Episode 1 – 38)
Lagu pembuka pertama ini dibawakan oleh grup band pop-rock JUDY AND MARY. Dengan nada yang energik, gembira, serta vokal khas YUKI yang melengking, "Soba ni Iru Dake de" (sering ditulis sebagai "Freckles" atau "Sobakasu") berhasil menjadi salah satu lagu anime paling ikonik sepanjang masa.
Lagu ini menggambarkan semangat baru dan keceriaan yang mewarnai kehidupan Kenshin saat menemukan tempat pulang di Dojo Kamiyakasshin. Kontras antara nada lagu yang ceria dan kisah masa lalu Kenshin yang kelam justru memberikan warna pembuka yang sangat segar bagi para penonton di awal episode.
2. "1/2" (1/2 / Ni-bun no Ichi) – Makoto Kawamoto (Episode 39 – 82)
Memasuki arc Kyoto yang penuh ketegangan saat pertarungan melawan Shishio Makoto, lagu pembuka berganti menjadi "1/2" yang dibawakan oleh musisi solo Makoto Kawamoto.
Dengan alunan musik akustik-pop bergaya melodi cepat, lagu ini menyuarakan perasaan rindu, pencarian jati diri, dan ikatan emosional antar tokoh dalam Samurai X. Melodi lagunya yang khas memberikan nuansa emosional yang pas saat alur cerita berada di puncak konflik paling intens.
3. "Kimi ni Fureru Dake de" (君に触れるだけで) – CURIO (Episode 83 – 95)
Sebagai penutup rangkaian episode TV, lagu pembuka ketiga diisi oleh band rock CURIO melalui tembang "Kimi ni Fureru Dake de".
Lagu ini mengusung genre alternatif rock dengan tempo medium yang hangat. Lirik dan melodinya menggambarkan rasa bersyukur atas kehadiran seseorang yang dicintai serta keinginan untuk saling melindungi.
Tembang ini menjadi pengiring yang pas untuk episode-episode akhir yang berfokus pada kedamaian hidup Kenshin bersama kawan-kawannya.
Daftar Lagu Ending (Penutup) Samurai X
Jika lagu pembuka didominasi oleh musik bersemangat, deretan lagu penutup Samurai X diisi oleh tembang-tembang romantis, melankolis, hingga rock alternatif berkualitas tinggi.
1. "Tactics" – THE YELLOW MONKEY (Episode 1 – 12)
Lagu penutup pertama anime Samurai X dibawakan oleh grup hard rock ternama Jepang, THE YELLOW MONKEY. Dengan alunan musik rock era 90-an yang kental dan vokal berat khas Kazuya Yoshii, "Tactics" memberikan nuansa maskulin dan bernuansa sedikit misterius.
2. "Namida wa Shitte Iru" (涙は知っている) – Mayo Suzukaze (Episode 13 – 27)
Menariknya, lagu melankolis ini dinyanyikan langsung oleh Mayo Suzukaze, sosok seiyuu (pengisi suara) dari Kenshin Himura sendiri.
3. "HEART OF SWORD ~Yoake Mae~" – T.M.Revolution (Episode 28 – 38 & 43 – 49)
Dibasahi nuansa synth-rock enerjik, T.M.Revolution (Takanori Nishikawa) menyumbangkan salah satu lagu penutup paling populer sepanjang sejarah Samurai X.
"HEART OF SWORD" menggambarkan semangat membara dan tekad baja pedang Kenshin untuk melindungi masa depan tanpa harus membunuh lagi. Lagu ini sangat dicintai penggemar karena sering diputar pada puncak konflik pertarungan di arc Kyoto.
4. "The Fourth Avenue Cafe" – L'Arc~en~Ciel (Episode 39 – 42)
Meskipun masa penayangannya di TV tergolong singkat karena kendala internal yang menimpa Sakura, komposisi khas L'Arc~en~Ciel membuat lagu ini tetap dinobatkan fans sebagai salah satu ending terbaik.
5. "It's gonna rain!" – BONNIE PINK (Episode 50 – 66)
Membawa nuansa soul dan pop/R&B, lagu ini mengiringi momen-momen emosional di pertengahan hingga penghujung babak Kyoto.
6. "1/3 no Junjou na Kanjou" (1/3の純情な感情) – SIAM SHADE (Episode 67 – 82)
Lagu hard rock dengan lirik romantis yang melejit luar biasa di Jepang. Melodi gitar dan vokalnya yang kuat sangat melekat dengan dinamika hubungan Kenshin dan Kaoru.
7. "Dame!" (ダメ!) – You Izumi (Episode 83 – 95)
Lagu penutup terakhir yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang serial TV anime Rurouni Kenshin.
Lagu Tema Movie & OVA Samurai X
"Niji" (虹) – L'Arc~en~Ciel
Lagu Tema Movie: Rurouni Kenshin: Ishin Shishi no Chinkonka (1997)
Diciptakan oleh hyde (lirik) dan ken (musik), lagu rock epik ini memberikan bobot emosional yang sangat dalam dan sering diakui sebagai salah satu karya terbaik L'Arc~en~Ciel untuk anime.
"Innocent Traps" (愛しさの越えて) – BONNIE PINK
Lagu Tema OVA: Trust & Betrayal (Tsukiofune)
Melengkapi nuansa kelam dan puitis dari kisah masa lalu Kenshin sebagai Hitokiri Battousai.
Tentu saja tidak, Sang. *Rurouni Kenshin* sama sekali bukan satu-satunya anime yang menerapkan pola ini, dan justru bukan yang pertama kali memulainya.
Keputusan memasukkan lagu-lagu populer milik band arus utama seperti L'Arc~en~Ciel, JUDY AND MARY, hingga SIAM SHADE ke dalam Samurai X terbukti membawa dampak besar. Serial animasi mendapatkan jaminan lagu-lagu berkualitas tinggi dengan produksi modern yang sanggup memperkuat bobot drama di dalam cerita.
Pai saat yang sama, band-band rock dan penyanyi pop tersebut memperoleh panggung promosi masif yang melontarkan karya-karya mereka ke puncak tangga lagu Oricon, sekaligus memperluas pendengar mereka ke luar Jepang lewat gelombang demam anime global.
Bagi penikmat di Indonesia yang menyaksikan petualangan Kenshin Himura di layar televisi, lagu-lagu ini memberi bekas yang sangat dalam pada ingatan penonton. Komposisi musik dalam Rurouni Kenshin berhasil mengikat emosi penonton pada tiap-tiap babak perjalanan Kenshin Himura sang mantan battosai.
Nada gembira dari "Sobakasu" mewakili suasana baru di Dojo Kamiyakasshin, sementara dentuman berat "HEART OF SWORD" atau irama melankolis "1/3 no Junjou na Kanjou" menjadi penanda yang melekat dari kepedihan konflik di kota Kyoto.
Puluhan tahun setelah episode terakhir Rurouni Kenshin ditayangkan, deretan lagu pembuka dan penutup Rurouni Kenshin masih rutin diputar di festival-festival budaya Jepang, dinyanyikan di tempat karaoke, serta direkam ulang oleh generasi musisi baru.
Lagu-lagu pengisi Samurai X terbukti menjadi bukti sejarah dari masa keemasan industri musik J-Rock era 90-an yang nilainya tetap bertahan melintasi generasi.

0 Comments
Silakan berdiskusi dengan sopan. Komentar akan muncul setelah dimoderasi