Jalur awal L'Arc~en~Ciel menuju panggung musik nasional Jepang ditandai dengan album debut bertajuk DUNE. Album tersebut berhasil merebut posisi puncak di tangga lagu indie Oricon pada Mei 1993. Ini pencapaian luar biasa yang kelak membuka jalan bagi kontrak besar Laruku bersama label mayor Sony Music Entertainment Japan.
Namun, di balik keberhasilan komersial dan tanggapan positif kritikus musik terhadap DUNE, publik jarang menyadari bahwa album debut ini berdiri di atas serangkaian krisis internal, konflik label, serta ancaman pembatalan mendadak. Deretan masalah itu nyaris saja membuat nama L'Arc~en~Ciel tidak akan pernah ada.
Awal Perjalanan Laruku dan Krisis Pertama di Night Gallery
L'Arc~en~Ciel dibentuk pada Februari 1991 di Osaka oleh tetsu (kini tetsuya) pada bass, hyde pada vokal, hiro pada gitar, dan pero pada drum. Penampilan perdana mereka pada 30 Mei 1991 di live house Namba Rockets, Osaka, langsung menyedot perhatian lebih dari seratus penonton. Ini angka fantastis bagi grup yang baru pertama kali naik panggung.
Hanya dalam waktu beberapa bulan, pada 27 September 1991, Laruku enggelar pertunjukan tunggal (one-man live) pertama di tempat yang sama dan berhasil mengumpulkan lebih dari 300 penonton.
Keberhasilan awal ini bukan semata keberuntungan. Menurut hyde, popularitas Laruku yang langsugn masif ditopang oleh rekam jejak hiro yang sudah dikenal di skena musik lokal Osaka. Ini ditambah konsep promosi dan citra visual yang dirancang secara cermat oleh tetsuya sejak hari pertama.
Memasuki tahun 1992, L'Arc~en~Ciel menandatangani kontrak dengan label independen Night Gallery Records dan bersiap meramu album studio perdana mereka. Namun, skenario ideal ini runtuh hanya sepekan sebelum jadwal proses rekaman dimulai. Ketika itu, hiro mendadak menyatakan mundur.
Dalam situasi kritis tersebut, tetsuya menghubungi ken, teman masa kecilnya yang pernah bermain bersama dalam grup Byston-Well. Saat itu, ken tengah menempuh pendidikan di Jurusan Arsitektur, Nagoya Institute of Technology.
Ken menyetujui ajakan tersebut dan secara darurat mengambil posisi sebagai gitaris. Hiro secara resmi tampil terakhir kali pada pertunjukan 12 Juni 1992 di Namba Rockets, dan posisi gitaris utama pun diserahkan sepenuhnya kepada ken.
Proses rekaman album perdana versi Night Gallery berjalan sangat terburu-buru di bawah tekanan jadwal yang ketat. Hasil akhir rekaman tersebut terbukti jauh dari ekspektasi para personel. Keseluruhan materi terasa janggal, kaku, dan tidak mencerminkan identitas musik L'Arc~en~Ciel yang sebenarnya.
"ken baru saja bergabung, dan kami terburu-buru masuk studio untuk membuat album. Kami mengikuti arahan produser meski merasa ada yang aneh sepanjang prosesnya. Hasil akhirnya sama sekali tidak memuaskan. tetsuya bersikeras menolak hasil tersebut dan mencari cara agar album itu tidak sampai dirilis ke publik." kenang hyde (HE HYDE, 2012)
Album yang Nyaris Tak Pernah Beredar dan Penyelamatan Danger Crue
Penolakan keras dari pihak band memicu benturan dengan Night Gallery Records. Pihak label menegaskan bahwa sebagai pemegang hak cipta awal (master rights), mereka berhak merilis album tersebut tanpa memedulikan penolakan personel. Apabila L'Arc~en~Ciel tetap menuntut pembatalan rilis, band diwajibkan mengganti seluruh biaya produksi yang telah dihabiskan selama proses rekaman.
Sebagai bentuk kompromi sementara guna menutupi sebagian biaya produksi yang menggantung, Laruku merilis single "Floods of tears / Yasouka" pada 25 November 1992 dalam jumlah terbatas.
Melihat kebuntuan yang terjadi, tetsuya membuka komunikasi dengan Masahiro Oishi, pimpinan Danger Crue Records (kini Maverick DC Group), yang telah lama memantau bakat L'Arc~en~Ciel. Oishi mengambil inisiatif untuk bernegosiasi langsung dengan pimpinan Night Gallery Records, Fumiaki Morita.
Dari negosiasi antar-label tersebut, dicapai kesepakatan bahwa Danger Crue Records melunasi seluruh biaya rekaman yang telah dikeluarkan Night Gallery, dan sebagai imbalannya, hak kepemilikan atas master pita rekaman diserahkan sepenuhnya kepada Danger Crue.
Begitu pita master tersebut berpindah tangan, Oishi mengambil langkah drastis demi melindungi visi artistik L'Arc~en~Ciel: ia memusnahkan seluruh pita master album versi Night Gallery. Hanya dua lagu yang dipertahankan karena sudah terlanjur diproduksi untuk rilis single, yaitu "Floods of tears" dan "Yasouka". Dengan demikian, album debut versi pertama L'Arc~en~Ciel musnah sepenuhnya dan menjadi rekaman gaib dalam sejarah musik Jepang.
Cobaan internal belum berakhir. Pada 30 Desember 1992, drummer awal mereka, pero, memutuskan untuk keluar dari band. Tanpa buang waktu, pada 16 Januari 1993, L'Arc~en~Ciel merekrut sakura sebagai drummer baru. sakura merupakan drummer berpengalaman yang sebelumnya pernah menjadi roadie untuk grup hard rock ternama DEAD END, serta aktif sebagai musisi sesi di berbagai proyek musik.
Bergabungnya sakura memberikan fondasi ritmik yang lebih kokoh dan kaya warna. Setelah sesi latihan awal di studio, para personel langsung merasa klop.
Dengan dukungan finansial penuh dan kebebasan artistik dari Danger Crue Records, L'Arc~en~Ciel memulai proses rekaman ulang total untuk album "DUNE" pada 28 Januari hingga 21 Februari 1993 di SAM Studio, Tokyo. Karena saat itu basis utama band masih berada di Osaka, hyde, ken, dan tetsuya menyewa apartemen mingguan di kawasan Kita-Shinagawa, Tokyo, selama masa produksi.
"Sebagai band indis pada masa itu, kami mendapat alokasi waktu dan anggaran yang sangat memadai. Kami punya ruang yang cukup di studio untuk membedah dan mematangkan setiap aransemen lagu secara mendalam" papar tetsuya (uv vol.102)
Keputusan gitaris lama (hiro) yang melarang lagu-lagu ciptaannya digunakan pasca-pengunduran diri membuat ken harus menggali kembali tabungan lagu-lagunya. Keadaan ini justru menjadi berkah tersendiri, karena melahirkan komposisi-komposisi ikonik yang kelak mendefinisikan warna musik L'Arc~en~Ciel.
Daftar Lagu L'Arc~en~Ciel di Album "DUNE
Album "DUNE" menyajikan perpaduan antara gothic rock, post-punk, new wave, dan sentuhan progressive rock. Setiap lagu dalam album ini memiliki karakteristik unik yang menonjolkan kekuatan individu tiap personel:
1. "Shutting from the sky"
Lagu pembuka album yang energik dengan tempo sedang. Komposisi ini ditulis bersama oleh L'Arc~en~Ciel dengan lirik yang digarap oleh hyde. Garis bass tetsuya yang sangat melodiis bergerak lincah menuntun ritme lagu, dipadu dengan raungan gitar ken yang bernuansa gothic. Sebenarnya, lagu ini sudah ada sejak member terdahulu dengan judul "Claustrophobia". Namun, hyde mengubah lirik dan komposisi melodi lagu.
2. "Voice"
Lagu ini pertama kali diperkenalkan dalam album kompilasi multi-artis bertajuk Gimmick pada Oktober 1992. Untuk album DUNE, "Voice" diaransemen ulang secara total dengan masuknya permainan drum sakura. Komposisi ciptaan ken ini menampilkan tempo cepat dengan lirik puitis karya hyde yang menyuarakan pencarian identitas dan keputusasaan.
3. "Taste of love"
Ditulis oleh ken dengan lirik dari hyde, lagu ini kental dengan nuansa gelap dan eksperimental. Bagian tengah lagu menyajikan variasi struktur yang tidak lazim, ditopang oleh ketukan drum sakura yang kompleks serta raungan vokal hyde yang ekspresif.
4. "Entichers"
Komposisi lembut ciptaan hyde ini menonjolkan tekstur akustik dan lapisan gitar elektrik yang atmosferik dari ken. Liriknya ditulis penuh dengan judul bahasa Prancis oleh hyde, menciptakan suasana melankolis yang tenang namun membayangi.
5. "Floods of tears"
Lagu ini merupakan salah satu komposisi tertua band yang diciptakan oleh tetsuya. Diberikan aransemen baru untuk album "DUNE", lagu ini menampilkan melodi yang sangat emosional dengan perpaduan dentingan gitar bersih (clean guitar) dan vokal hyde yang mendayu-dayu.
6. "Dune"
Sebagai title track sekaligus lagu utama dalam album ini, "Dune" ciptaan tetsuya merupakan mahakarya gothic rock Jepang. Aransemen bass tetsuya berdiri sejajar dengan gitar ken sebagai instrumen pembawa melodi utama, sementara lirik tulisan hyde menggambarkan perjalanan melintasi padang pasir yang hampa.
7. "Be destined"
Ditulis oleh ken dengan lirik karya hyde, lagu berkecepatan tinggi ini sarat dengan elemen heavy metal dan hard rock era 80-an. Permainan drum sakura yang agresif memberi dorongan tenaga yang kuat pada keseluruhan lagu.
8. "Tsuioku no Joukei"
Komposisi dengan permainan gitar akustik yang lincah dan megah serta struktur lagu yang penuh dinamika dramatis. Lagu ini berawal dari komposisi ciptaan hiro berjudul "Call to mind" yang kerap dibawakan pada panggung awal Laruku. Saat penggarapan "DUNE", L'Arc~en~Ciel merombak ulang struktur musik beserta judulnya, lalu mendaftarkan kredit pencipta atas nama band. ken memainkan gitar akustik, gitar elektrik, hingga gut guitar (gitar klasik senar nilon) pada lagu ini.
9. "As if in a dream"
Komposisi bernuansa dream pop dan post-punk ciptaan ken. Lagu ini membawa pendengar ke dalam atmosfer puitis dengan melodi gitar yang mengalun halus, dipadu dengan vokal hyde yang melayang lembut.
10. "Ushinawareta Nagame"
Ditulis oleh ken dengan lirik karya hyde, lagu balada berbasis piano ini menjadi penutup resmi pada rilisan edisi terbatas. Komposisi ini menghadirkan suasana sunyi yang dalam, mengeksplorasi tema kehilangan dan memori yang pudar.
11. "Yokan"
Lagu ini tidak ada dalam tracklist awal DUNE yang rilis pada 1993. Namun, "Yokan" menjadi bonus track yang dimasukkan ke dalam rilisan edisi peringatan ke-10 DUNE (10th Anniversary Edition) pada 2003.
Lagu ciptaan ken ini awalnya direkam pada Mei 1993 di Studio ICC untuk album kompilasi The Monsters Of Shock Age. "Yokan" menampilkan karakter rock alternatif yang kuat dengan melodi vokal yang membayangi.
12. "Yasouka"
Lagu ini juga tidak ada dalam tracklist awal album DUNE. B-side dari single "Floods of tears" yang direkam pada Januari 1992 di Studio Winds ini diciptakan ken. "Yasuoka" sarat dengan atmosfer gothic yang pekat, mengandalkan tempo lambat dan aransemen instrumen yang minim namun penuh tekanan emosional.
Selain inovasi dari sisi musik, L'Arc~en~Ciel merancang identitas visual yang membedakan mereka secara radikal dari grup musik seangkatan. Pada era awal 1990-an, ketika mayoritas grup rock indies Jepang (yang kelak dikategorikan sebagai aliran visual kei) mengusung gaya pakaian dan tata rias serba hitam yang gelap, hyde justru tampil mencolok di atas panggung dengan gaun dan gaun serba putih. Penampilan kontras ini membuat media lokal menjuluki L'Arc~en~Ciel sebagai grup "aliran putih" (shiro-kei).
Meski demikian, tetsuya menolak keras bandnya dikotakkan ke dalam label genre tertentu. Guna memberikan definisi mandiri atas musik yang mereka usung, tetsuya merancang slogan khusus yang dicetak pada kemasan album "DUNE": "PSYCHOSONIC SHAKE". Istilah buatan ini menggambarkan musik rock yang tidak hanya menggetarkan fisik lewat gelombang suara, tetapi juga menggoncang jiwa pendengarnya secara psikologis.
Album "DUNE" diterbitkan secara resmi pertama kali dalam format CD Edisi Khusus (Special Jacket Limited Edition) pada 10 April 1993, yang langsung habis terjual dalam hitungan hari. Edisi reguler menyusul dirilis pada 27 April 1993.
Album ini melesat ke posisi puncak (Peringkat 1) pada tangga lagu album indies Oricon. Keberhasilan luar biasa ini membuktikan bahwa keputusan tetsuya dan kawan-kawan untuk memusnahkan master rekaman pertama dan mengulang proses produksi dari nol adalah langkah artistik yang sepenuhnya tepat.
"DUNE" sukses menyelamatkan karier L'Arc~en~Ciel dari kehancuran dini sekaligus menjadi cetak biru bagi salah satu band rock terbesar dalam sejarah musik Asia.
Artikel ini merupakan bagian dari rangkaian artikel sejarah L'Arc~en~Ciel di Larukupedia. Anda dapat membaca bagian-bagian lainnya sebagai berikut.
Sejarah L'Arc~en~Ciel: Album DUNE yang Nyaris Tak Pernah Ada
Sejarah L'Arc~en~Ciel: Ketika Hyde Ingin Laruku Bubar, Lalu Lahirlah SMILE
Sejarah L'Arc~en~Ciel: Mengapa Awake Penuh Lagu Bertema Perang?
Biografi L'Arc~en~Ciel: Metamorfosis Lirik HYDE dari Masa ke Masa
%20&%20Terjemahan%20Bahasa%20Indonesia.jpg)
0 Comments
Silakan berdiskusi dengan sopan. Komentar akan muncul setelah dimoderasi