Lirik lagu Utada Hikaru "Manatsu no Tooriame" lengkap dengan terjemahan bahasa Indonesia banyak dicari, karena lagu merupakan salah satu mahakarya paling emosional dari Utada Hikaru. Dirilis pada tahun 2016 sebagai bagian dari album Fantôme, lagu ini menandai kembalinya Utada ke dunia musik setelah masa hiatus yang panjang.
Lagu "Manatsu no Tooriame" Utada Hikaru yang berdurasi 5 menit dan 41 detik adalah lagu penghormatan yang sangat personal dari Utada untuk mendiang ibunya. Dengan melodi piano yang melankolis dan aransemen yang megah namun sunyi, lagu ini berhasil menangkap rasa kehilangan yang begitu hampa dan tak bertepi.
Secara musikal, "Manatsu no Tooriame" dipilih sebagai lagu tema penutup untuk program berita News Zero di Jepang. Lagu ini memberikan nuansa kontemplatif bagi setiap pendengarnya. Utada Hikaru tidak hanya bernyanyi; ia seolah berbisik langsung pada luka yang belum sembuh. Keindahan lagu ini terletak pada kesederhanaannya yang justru mampu menghantam perasaan dengan sangat kuat.
Menelisik maknanya, lagu "Mantsu no Tooriame" menggambarkan sebuah kehilangan yang datang tiba-tiba, seperti hujan badai yang mengguyur di tengah musim yang seharusnya hangat. Liriknya dibuka dengan terjaga dari mimpi, sebuah transisi menyakitkan ketika realita yang pahit menggantikan dunia mimpi yang indah. "Dunia yang tadinya tampak jelas, kini hanyalah fatamorgana," sebuah gambaran tentang betapa rapuhnya kebahagiaan saat sosok yang dicintai telah tiada.
Metafora "hujan musim panas" melambangkan air mata yang tak kunjung reda di tengah kehidupan yang terus berjalan. Ada pergolakan batin yang hebat; sang narator merasa terjepit antara keinginan untuk tetap mengenang agar tidak kehilangan jati diri (wasurechattara watashi ja naku naru) dan rasa sakit yang amat sangat saat terus mengingat. Ia mencari sebuah jawaban yang mustahil: "Bagaimana cara mengucapkan selamat tinggal yang benar?"
Lebih jauh lagi, lagu ini mengeksplorasi konsep kebebasan dalam duka. Utada menuliskan bahwa kita memiliki "kebebasan untuk menjadi bebas," namun juga "kebebasan untuk diam mematung." Ini adalah validasi atas proses berduka yang tidak menentu: bahwa tidak apa-apa jika kita belum siap melangkah maju, dan tidak apa-apa jika kita masih merasa haus akan kehadiran mereka meskipun hujan duka terus membasahi kita.
Sebagai penutup, makna terdalam dari lagu ini adalah tentang cinta yang menetap secara permanen. Meski pohon-pohon kembali bertunas dan musim berganti, perasaan yang tidak berubah itu tetap ingin disampaikan. "Manatsu no Tooriame" adalah sebuah janji untuk terus membawa kenangan itu ke hari esok, meski masa depan yang dibayangkan bersama kini telah hilang, digantikan oleh pencarian tanpa akhir di tengah hujan yang tak kunjung reda.
Berikut ini lirik lagu "Manatsu no Tooriame" lengkap dengan subtitle bahasa Indonesia.
"Manatsu no Tōriame (真夏の通り雨)"
lirik: Utada Hikaru/lagu: Utada Hikaru
夢の途中で目を覚まし
瞼閉じても戻れない
さっきまで鮮明だった世界 もう幻
Yume no tochuu de me o samashi
Mabuta tojite mo modorenai
Sakki made senmei datta sekai mou maboroshi
Terbangun di tengah mimpi yang belum usai
Meski mata terpejam, aku tak lagi bisa kembali
Dunia yang tadi tampak begitu nyata, kini hanyalah fatamorgana
汗ばんだ私をそっと抱き寄せて
たくさんの初めてを深く刻んだ
Asebanda watashi o sotto dakiyosete
Takusan no hajimete o fukaku kizanda
Kau dekap tubuhku yang bersimbah peluh dengan lembut
Mencurahkan begitu banyak pengalaman pertama yang terukir dalam
揺れる若葉に手を伸ばし
あなたに思い馳せる時
いつになったら悲しくなくなる
教えてほしい
Yureru wakaba ni te o nobashi
Anata ni omoihaseru toki
Itsu ni nattara kanashikunaku naru
Oshiete hoshii
Kurengkuh dedaunan muda yang bergoyang
Saat pikiranku melayang jauh mengenangmu
Kapankah rasa sedih ini akan memudar?
Kuberharap kau mau memberitahuku
今日私は一人じゃないし
それなりに幸せで
これでいいんだと言い聞かせてるけど
Kyou watashi wa hitori ja nai shi
Sorenari ni shiawase de
Kore de ii n’da to iikikasete’ru kedo
Hari ini aku tidaklah sendirian
Dan aku pun merasa cukup bahagia
Meski terus kubujuk diriku bahwa semua ini sudah cukup...
勝てぬ戦に息切らし
あなたに身を焦がした日々
忘れちゃったら私じゃなくなる
教えて 正しいサヨナラの仕方を
Katenu ikusa ni ikikirashi
Anata ni mi o kogashita hibi
Wasurechattara watashi ja naku naru
Oshiete tadashii SAYONARA no shikata o
Tersengal dalam pertempuran yang mustahil kumenangkan
Hari-hari saat seluruh ragaku terbakar rindu padamu
Jika aku melupakannya, maka aku bukan lagi diriku
Tunjukkan padaku, cara yang benar untuk berpamitan
誰かに手を伸ばし
あなたに思い馳せる時
今あなたに聞きたいことがいっぱい
溢れて 溢れて
Dareka ni te o nobashi
Anata ni omoihaseru toki
Ima anata ni kikitai koto ga ippai
Afurete afurete
Saat kuulurkan tangan pada orang lain
Dan pikiranku kembali melayang padamu
Begitu banyak hal yang ingin kutanyakan padamu sekarang
Semuanya meluap, kian meluap
木々が芽吹く 月日巡る
変わらない気持ちを伝えたい
自由になる自由がある
立ち尽くす 見送りびとの影
Kigi ga mebuku tsukihi meguru
Kawaranai kimochi o tsutaetai
Jiyuu ni naru jiyuu ga aru
Tachitsukusu miokuribito no kage
Pepohonan bertunas, bulan dan hari pun berganti
Ingin kusampaikan perasaan yang takkan pernah berubah
Ada kebebasan untuk menjadi bebas
Namun 'ku tetap mematung, bagai bayang orang yang melepas kepergian
思い出たちがふいに私を
乱暴に掴んで離さない
愛してます 尚も深く
降り止まぬ 真夏の通り雨
Omoide-tachi ga fui ni watashi o
Ranbou ni tsukande hanasanai
Aishite’masu nao mo fukaku
Furiyamanu manatsu no tooriame
Kenangan-kenangan itu tiba-tiba saja
Mencengkeramku dengan kasar dan tak mau melepas
Aku mencintaimu, bahkan jauh lebih dalam
Di bawah hujan musim panas yang tak kunjung reda
夢の途中で目を覚まし
瞼閉じても戻れない
さっきまであなたがいた未来
たずねて 明日へ
Yume no tochuu de me o samashi
Mabuta tojite mo modorenai
Sakki made anata ga ita mirai
Tazunete ashita e
Terbangun di tengah mimpi yang belum usai
Meski mata terpejam, ku tak lagi bisa kembali
Mencari masa depan tempat tadi kau masih ada
Melangkah menuju esok dalam pencarian itu
ずっと止まない止まない雨に
ずっと癒えない癒えない渇き
Zutto yamanai yamanai ame ni
Zutto ienai ienai kawaki
Dalam hujan yang tak kunjung reda, tak kunjung usai
Ada dahaga yang tak kunjung sembuh, tak kunjung terobati

0 Comments