Lirik Lagu "Kumo wo nuke Kazashimo e Watashi Dake" Yorushika Sub Indo

 


Lagu "Kumo wo nuke Kazashimo e Watashi Dake" digunakan sebagai opening theme (OP) dari anime The Apothecary Diaries Season 3 (Kusuriya no Hitorigoto). Lagu dengan durasi 4 menit dan 22 detik ini, lirik dan musiknya diciptakan oleh N-buna.

Yorushika adalah duo rock yang dibentuk pada 2017 dengan komposisi N-buna sebagai produser Vocaloid dan Suis sebagai vokalis perempuan. Nama mereka sudah tidak asing untuk penggemar anime dan film Jepang.

Lagu Yorushika yang paling epik adalah "Haru" sebagai opening anime Sousou no Frieren. Ada pula "Hana ni Bourei" yang jadi OST A Whisker Away (Nakitai Watashi wa Neko wo Kaburu).

Lagu lain yang juga menghiasi anime adalah "Aporia" dan "Hebi" untuk Chiyu no Ugoki ni Tsuite (Orb: On the Movements of the Earth).

 

Penjelasan Makna "Kumo wo nuke" Lagu OST Kusuriya Hitorigoto Season 3

 


Lagu "Kumo wo nuke Kazashimo e Watashi Dake" membawa kita menyusuri perjalanan kesepian seorang pengelana yang melangkah menyusuri padang rumput nan luas. Embusan angin yang kencang menjadi simbol dorongan takdir yang terus memaksa langkah kaki untuk bergerak maju. Di tengah kekosongan jiwa dan pandangan mata yang terasa hampa, ada penerimaan pasrah untuk membiarkan diri terbawa ke mana pun arah angin berembus.

Sensasi keterasingan terasa kian pekat saat bayangan-bayangan di sekitar mulai menghilang. Ada keinginan aku lirik untuk meminjam simbol kebebasan, seperti sehelai bulu putih pengembara, demi melepaskan beban yang teramat berat. Meski fajar menyingsing dan hari berganti cerah, perasaan sepi di dalam dada tetap mengering dan belum menemukan penawarnya.

Narasi lagu ini menggambarkan perjuangan menembus berbagai rintangan fisik dan batin. Berlari menembus gumpalan awan, menghindari hujan, hingga melintasi tanah dan rerumputan di bawah pendar senja menjadi lambang perjalanan hidup yang keras. Kaki yang terus dipaksa berlari hingga batas kemampuan mencerminkan keteguhan untuk keluar dari himpitan masa lalu.

Memasuki bagian penutup, malam yang perlahan berganti pagi tidak serta-merta membawa jawaban yang dinanti. Momen menunggu di kala fajar menyingsing justru meninggalkan aroma jiwa yang basah oleh air mata dan keletihan. Meninggalkan waktu, keindahan bunga, hingga momen saat ini menjadi pilihan terakhir demi melanjutkan perjalanan ke tempat yang tak tersentuh oleh orang lain.

Lagu ini memperlihatkan bahwa keberanian untuk terus melangkah sering kali harus ditempuh seorang diri. Menembus awan dan menuju ke arah hembusan angin bukan lagi tentang melarikan diri, melainkan tentang penerimaan penuh atas takdir dan kesendirian demi menemukan kedamaian yang sejati.


 

Lirik "Kumo wo nuke Kazashimo e Watashi Dake" Yorushika Sub Indo


Berikut ini lirik lagu "Kumo wo nuke Kazashimo e Watashi Dake" oleh Yorushika lengkap dengan kanji, romaji, dan terjemahan bahasa Indonesia.


雲を抜け風下へ私だけ

Beyond the Clouds, Only Me Downwind
lirik dan musik: buna/ vokal: suis 

 

[Verse 1]
突風一吹き
二吹き、私は草を抜け
とうとうがらんどう
行く風下、私だけ
草原に立った影
私は青い風
靡く

Toppuu hitofuki
Futafuki, watashi wa kusa wo nuke
Toutou garandou
Yuku kazashimo, watashi dake
Sougen ni tatta kage
Watashi wa aoi kaze
Nabiku

Satu embusan angin kencang
Dua embusan, kulintasi rerumputan
Akhirnya, segala jadi kosong
Menuju arah angin, hanya ku sendiri
Bayangan yang berdiri di padang rumput
Aku adalah angin biru
Berkibar

[Verse 2]
突風一吹き、晴れ
私は道の上
とうとうと闊歩
その風下、お前だけ
草原に立った影
渡りの白い羽根
私の白い風
靡く

Toppuu hitofuki, hare
Watashi wa michi no ue
Toutou to kappo
Sono kazashimo, omae dake
Sougen ni tatta kage
Watari no shiroi hane
Watashi no shiroi kaze
Nabiku

Satu embusan angin kencang, langit cerah
Aku berada di atas jalan
Melangkah dengan gagah
Di arah angin itu, hanya kau sendiri
Bayangan yang berdiri di padang rumput
Bulu putih dari pengembara
Angin putih milikku
Berkibar

[Chorus]
風を受け、花を抜け
雲を抜け風下へ私だけ
朝ぼらけ、早く行け
この草と魂の匂い
風を抜け、空を抜け
雲を抜け風下へ私だけ

Kaze wo uke, hana wo nuke
Kumo wo nuke kazashimo e watashi dake
Asaborake, hayaku yuke
Kono kusa to tamashii no nioi
Kaze wo nuke, sora wo nuke
Kumo wo nuke kazashimo e watashi dake

Menerima angin, melintasi bunga-bunga
Menembus awan menuju arah angin, hanya ku sendiri
Saat fajar menyingsing, pergilah dengan cepat
Aroma rerumputan dan jiwa ini
Melintasi angin, menembus langit
Menembus awan menuju arah angin, hanya ku sendiri

[Verse 3]
どうだっていいわ
貸せ、お前の白い羽根
とうに空っぽ
この私の二つの目
草原一吹き、二吹き
私は草を駆け
私は一人だけ
乾く

Dou datte ii wa
Kase, omae no shiroi hane
Touni karappo
Kono watashi no futatsu no me
Sougen hitofuki, futafuki
Watashi wa kusa wo kake
Watashi wa hitori dake
Kawaku

Tak peduli apa pun itu
Berikan padaku, bulu putihmu
Sudah lama kosong melompong
Kedua mata ini
Satu embusan di padang rumput, dua embusan
Kuberlari melintas rerumputan
Hanya sendiri
Mengering 

[Chorus]
雨を避け風まかせ
雲を食え風下の朝ぼらけ
片時雨、早く往ね
その足も千切れるほどに
土を駆け、草を抜け、夕焼け
風下へ私だけ

Ame wo sake kaze makase
Kumo wo kue kazashimo no asaborake
Katashigure, hayaku ine
Sono ashi mo chigireru hodo ni
Tsuchi wo kake, kusa wo nuke, yuuyake
Kazashimo e watashi dake

Menghindari hujan, membiarkan diri terbawa angin
Menelan awan di fajar yang menyingsing di arah hembusan angin
Hujan sekilas, pergilah segera
Hingga kaki-kaki itu terasa seolah akan terlepas
Berlari di atas tanah, menerobos rerumputan, di bawah semburat senja
Menuju arah hembusan angin, hanya aku seorang

[Bridge]
靡く
乾く

Nabiku
Kawaku

Berkibar
Mengering

[Chorus]
風の果て、夜が明け
雲を抜け風下へ私だけ
朝ぼらけ、待ちぼうけ
ただ濡れた魂の匂い

Kaze no hate, yoru ga ake
Kumo wo nuke kazashimo e watashi dake
Asaborake, machibouke
Tada nureta tamashii no nioi

Di ujung angin, malam pun berlalu
Menembus awan, menuju arah hembusan angin, hanya aku seorang
Fajar menyingsing, namun aku terus menunggu
Hanya tercium aroma jiwa yang basah

[Post-Chorus]
朝を抜け、花を抜け
今を抜け、風下へ私だけ
風を抜け、空を抜け
雲を抜け風下へ私だけ

Asa wo nuke, hana wo nuke
Ima wo nuke, kazashimo e watashi dake
Kaze wo nuke, sora wo nuke
Kumo wo nuke kazashimo e watashi dake

Meninggalkan pagi, meninggalkan bunga
Meninggalkan saat ini, menuju arah embusan angin, hanya aku seorang
Meninggalkan angin, meninggalkan langit
Menembus awan, menuju arah embusan angin, hanya aku seorang 

Post a Comment

0 Comments