Mengenal Petit Brabancon, Super Band Bentukan Kyo & Yukihiro

 


Membayangkan L'Arc~en~Ciel dan Dir en Grey jaadi satu? Hal itu ada dalam Petit Brabancon, supergroup musik bergenre nu metal dan hardcore punk asal Jepang.

Petit Brabancon dibentuk oleh Kyo (vokalis DIR EN GREY) dan Yukihiro (drummer L’Arc-en-Ciel), dengan melibatkan Miya (gitaris MUCC), Kiyomi "Antz" Watanabe (gitaris Tokyo Shoegazer), serta Hirofumi Takamatsu (bassis The Novembers).

Proyek ini berdiri dari inisiatif Kyo yang menemui Yukihiro pada rentang tahun 2017 hingga 2018. Kyo, yang mengagumi karakter drum Yukihiro sejak era band Zi:Kill pada awal dekade 1990-an, mengincar unit band utuh lima orang untuk mengejar karakter suara yang keras, bertenaga, dan mentah, ketimbang format duo.

Bagi Kyo, keputusan mendirikan band ketiga di luar DIR EN GREY dan sukekiyo murni didorong oleh dorongan eksplorasi serta keinginan bekerja sama dengan musisi senior. Dalam wawancara bersama BARKS pada Desember 2021, Kyo menegaskan bahwa ia tidak ingin menyimpan penyesalan dan selalu memiliki dorongan untuk berkolaborasi dengan banyak musisi. Ia juga mengagumi etos kerja Yukihiro yang dinilainya sangat stoik dan fokus pada instrumen drum.

Yukihiro menyambut gagasan itu, tetapi ia paham betul band bentukan baru butuh komposer yang produktif untuk melayani agresivitas vokal Kyo. Pilihan Yukihiro jatuh pada Miya, gitaris MUCC. Miya langsung menerima tawaran tersebut setelah mendapati mereka berbagi latar belakang musik yang sama, termasuk kekaguman bersama terhadap Zi:Kill. Penulisan lagu pun mulai digarap Miya sejak 2018.

Formasi Petit Brabancon pada akhirnya lengkap pada 2019. Hirofumi Takamatsu, bassis The Novembers, masuk mengisi lini bas. Demi mengejar frekuensi rendah yang dibutuhkan lagu-lagu Petit Brabancon, Takamatsu beralih memakai bas lima senar, instrumen yang belum pernah ia sentuh di band utamanya. Posisi gitaris kedua diisi oleh Kiyomi "Antz" Watanabe dari Tokyo Shoegazer, mantan personel proyek Acid Android milik Yukihiro, yang diajak bergabung kembali untuk mempertebal karakter instrumen.

 

Baca Juga Artikel Ini: 11 Rekomendasi Band J-Rock yang Wajib Didengar Jika Kamu Menyukai L'Arc-en-Ciel


Inspirasi Nama Petit Brabancon & Awal Pembentukan


Nama Petit Brabancon dipilih sendiri oleh Kyo dari ras anjing kecil asal Belgia, Petit Brabançon. Kontras antara ukuran tubuh dengan watak anjing ini menjadi alasan utama Kyo: meskipun mungil, Petit Brabançon dikenal sangat agresif dan kerap menggonggong keras. Karakteristik ini dinilai pas mewakili identitas musik yang diusung super band ini. Kyo secara personal juga memelihara anjing dari ras yang serupa.

Seluruh persiapan materi Petit Brabancon, mulai dari penulisan lagu, latihan, hingga rekaman awal, berjalan mulus tanpa bocor sedikitpun ke publik selama hampir empat tahun. Penggemar musik Jepang baru mengetahui pergerakan mereka pada 29 Oktober 2021 ketika nama Petit Brabancon mendadak tertera sebagai penampil misterius dalam ajang Jack in the Box 2021 di Nippon Budokan. Wujud dan identitas resmi kelima personelnya baru dibuka penuh pada 6 Desember 2021.

Gerakan Petit Brabancon setelah itu berlangsung cepat. Single digital double A-side "Koku / Kawaki" dilepas pada 24 Desember 2021, hanya tiga hari sebelum debut panggung perdana mereka di Nippon Budokan. 

Pada 14 Januari 2022, mereka menggelar pertunjukan tunggal di Club Citta yang khusus dihadiri 29 penonton dengan durasi di bawah 25 menit untuk pengambilan gambar video promosi. Single fisik pertama Petit Brabancon, "Kawaki", resmi meluncur pada 27 April 2022 dengan pemolesan mastering dari Ted Jensen.


Baca Juga Artikel Ini: Bosozoku, Penguasa Jalanan Jepang yang Kini Tergerus Zaman


Diskografi Singkat Petit Brabancon

Warna musik Petit Brabancon menggabungkan elemen nu metal, hardcore punk, industrial, dan alternative rock era 1990-an hingga 2000-an. Para anggotanya berbagi referensi musik yang selaras. Nama-nama seperti Deftones, Korn, hingga Alice in Chains masuk sebagai pedoman utama. Namun, racikan aransemen mereka tidak berhenti pada nostalgia genre semata. 

Saat ditanya mengenai pengarah gaya komposisi awal kepada Miya, Kyo hanya mensyaratkan satu hal: musik yang dibuat harus "berduri dan tidak hangat-suam kuku" (togetoge shiteiru mono, nurukunai mono).

Struktur gitar dibagikan secara spesifik antara Miya dan Antz. Miya menempatkan setelan gitarnya sedikit di belakang Antz untuk memberi ruang suara yang lebih padat dan tebal. Lagu-lagu gubahan Miya berkarakter berat dengan ketukan rapat, sedangkan lagu karangan Antz cenderung membawa atmosfer gelap yang dipengaruhi corak new wave.

Dari lini vokal, Kyo menahan kebiasaannya berpindah-pindah teknik vokal ekstrem seperti di DIR EN GREY, lalu memilih pendekatan vokal yang lebih linier, langsung, dan menusuk.

Proses produksi album perdana Fetish (2022) juga memotret cara kerja yang tak biasa. Akibat hambatan pandemi, rekaman dilakukan secara terpisah, kecuali bagian gitar yang diambil bersamaan oleh Miya dan Antz. Kyo kerap merekam trek vokal secara mandiri pada jam-jam tak lazim,seperti pukul 3 atau 7 pagi, saat kondisi pita suaranya paling siap. Tak jarang, rekaman vokal Kyo sudah tuntas sebelum bagian drum dan bas diisi. Liriknya menargetkan amarah dan rasa muak pada realitas, disusun dengan artikulasi bahasa Jepang yang dirancang menyatu bersama ketukan instrumen.

Seluruh rilisan Petit Brabancon didistribusikan di bawah naungan Danger Crue. Setelah melempar album penuh Fetish (2022), katalog mereka berkembang lewat dua EP, yakni Automata (2023) dan Seven Garbage Born of Hatred (2024). Beberapa single digital turut melengkapi pergerakan ini, seperti "Miserable", "A Humble Border", "Batman", dan "Vendetta", serta rilisan fisik terbatas venue Shibuya berjudul "Gushing Blood" dan "Neglected Human".

Di atas segalanya, para personel Petit Brabancon menegaskan bahwa ini adalah unit panggung. Lagu-lagu yang tertera di album sengaja dirancang agar terdengar lebih mentah dan liar saat dibawakan secara langsung di depan penonton.

Karakter panggung itu dibuktikan lewat deretan tur yang memenuhi seantero Jepang: mulai dari tur perdana Resonance of the Corpse (2022), penampakan di festival Knotfest Japan 2023, tur Indented Bite Mark (2023), seri pertunjukan EXPLODE -02- (2024), tur Burst City (2024), hingga tur kolaborasi Cross Counter -01- pada Maret 2025 yang melibatkan band-band seperti Rottengraffty, Spark!! Sound!! Show!!, dan The Bonez.

Berikut ini diskografi singkat Petit Brabancon hingga rilis terbaru

Tanggal RilisJudul RilisanFormat / TipeAksesibilitas
24/12/2021刻 / 渇き (Koku / Kawaki)SingleStream / Download
27/04/2022渇き (Kawaki)SingleRilis Fisik
31/08/2022FetishAlbumStream / Download
14/06/2023AutomataEPStream / Download
13/12/2023a humble borderDigital SingleStream / Download
28/06/2024BATMANDigital SingleStream / Download
17/07/2024VendettaDigital SingleStream / Download
07/08/2024Seven Garbage Born of HatredEPStream / Download

 

Post a Comment

0 Comments