Fans L'Arc-en-Ciel wajib tahu! Inilah 5 penyanyi solo Jepang era baru, mulai dari Ado hingga Kenshi Yonezu, yang memiliki kualitas vokal dan kedalaman lirik setara Hyde dkk. Temukan idola J-Pop baru Anda di sini!
Bagi para penikmat musik Jepang, nama L'Arc-en-Ciel adalah monumen yang tak tergoyahkan. Sejak era 90-an, band yang digawangi oleh Hyde, Ken, Tetsuya, dan Yukihiro ini telah menetapkan standar tinggi untuk J-Rock: melodi yang megah, lirik puitis yang mendalam, dan kualitas produksi yang melampaui zaman.
Namun, seiring dengan pergeseran industri musik global ke arah digital, muncul gelombang baru penyanyi solo Jepang yang membawa semangat serupa namun dengan kemasan yang berbeda. Mereka sering disebut sebagai era "Faceless Singer" atau penyanyi yang besar dari platform internet.
Jika Anda adalah seorang Cieler yang menggilai vokal vibrato khas Hyde atau komposisi bassline Tetsuya yang meliuk, maka 5 penyanyi solo berikut adalah "gerbang" Anda menuju modernitas J-Pop/J-Rock tanpa kehilangan jiwa artistik yang selama ini Anda cari.
1. Ado: Sang Diva Revolusioner
Tidak mungkin membahas musik Jepang modern tanpa menyebut Ado. Melalui lagu hitnya seperti "Usseewa" hingga "Vivarium", juga kesuksesannya mengisi suara nyanyi Uta di One Piece Film: Red, Ado telah menjadi fenomena global.
Mengapa Fans L'Arc-en-Ciel Akan Menyukainya?
Jika Anda menyukai sisi "liar" Hyde saat berada di proyek VAMPS atau lagu-lagu agresif Laruku seperti "Stay Away" dan "Driver's High", vokal Ado akan memacu adrenalin. Ado memiliki kemampuan raspy voice, growl, dan transisi nada yang sangat teknis.
Dalam lagu terbaru "Vivarium", Ado menunjukkan sisi eksperimental yang mengingatkan kita pada eksperimen vokal Hyde di album solo Anti. Ada kemarahan, ada kerapuhan, dan ada teater dalam setiap tarikan napasnya. Membaca makna lagu "Vivarium" Ado akan membuat Anda sadar bahwa dia bukan sekadar penyanyi pop biasa, melainkan seorang pencerita yang gelap, persis seperti Hyde saat menulis lirik-lirik melankolis.
2. Eve: Maestro Visual dan Komposisi Melodik yang Rumit
Eve memulai kariernya sebagai Utaite (penyanyi cover di internet) sebelum meledak lewat lagu "Kaikai Kitan" yang menjadi OST Jujutsu Kaisen.
Mengapa Fans L'Arc-en-Ciel Akan Menyukainya?
Salah satu kekuatan utama Laruku adalah melodi yang "mahal" dan sulit ditebak. Eve memiliki karakteristik serupa. Komposisi musiknya sering kali melibatkan instrumen yang padat, chord progression yang tidak standar, namun tetap catchy.
Bagi Anda yang menyukai lagu-lagu bertema fantasi atau emosional seperti "New World" atau "Forbidden Lover", karya-karya Eve seperti "Dramaturgy" atau "Leo" menawarkan tekstur musik yang serupa. Eve juga sangat memperhatikan aspek visual dalam setiap MV-nya, sebuah dedikasi artistik yang selalu dijunjung tinggi oleh L'Arc-en-Ciel selama dekade karier mereka.
3. Vaundy: Jenius Multi-Instrumen dengan Vibes "Tetsuya"
Vaundy adalah definisi musisi era baru yang mengerjakan semuanya sendiri: menulis, mengaransemen, hingga menyutradarai video klipnya.
Mengapa Fans L'Arc-en-Ciel Akan Menyukainya?
Jika Anda adalah tipe fans yang sangat memperhatikan bassline melodik milik Tetsuya atau aransemen gitar Ken yang atmosferik, Vaundy adalah jawabannya. Musik Vaundy tidak terjebak dalam satu genre. Dia bisa bermain Rock, Pop, Funk, hingga City Pop dalam satu album.
Lagu seperti "Tokimeki" atau "Hadaka no Yuusha" (OST Ranking of Kings) menunjukkan kemampuannya menciptakan lagu anthemic yang bisa dinyanyikan bersama di stadion. Ini bakal memberikan perasaan yang sama saat Anda mendengarkan "My Heart Draws a Dream" di konser L'Anniversary. Vaundy membawa kesegaran yang membuat pendengar Laruku merasa "pulang" namun di rumah yang baru.
4. Kenshi Yonezu: Puitis dan Megah Seperti "Hitomi no Jyuunin"
Kenshi Yonezu saat ini adalah raja musik pop Jepang. Dari "Lemon" hingga "Kick Back" (OST Chainsaw Man), ia selalu berhasil menyatukan idealisme seni dengan selera pasar.
Mengapa Fans L'Arc-en-Ciel Akan Menyukainya?
Fans Laruku sangat menghargai lirik. Kita semua tahu betapa dalamnya makna lagu seperti "Hitomi no Jyuunin" atau "Pieces". Kenshi Yonezu memiliki kedalaman lirik yang setara. Ia sering menggunakan metafora tentang kehidupan, kematian, dan cinta yang tidak klise.
Secara musikalitas, Yonezu sering menggunakan orkestra dan elemen teatrikal. Bagi Anda yang merindukan kemegahan lagu Laruku era album SMILE atau RAY, Kenshi Yonezu memberikan skala epik yang sama. Suaranya yang bariton namun mampu mencapai nada tinggi dengan emosi yang tumpah ruah sangat kompatibel dengan telinga pendengar Hyde.
5. Fujii Kaze: Sang Raja Penuh Karisma
Muncul dengan gaya yang santai namun musikalitas yang luar biasa tinggi, Fujii Kaze membawa nuansa Jazz, R&B, dan Rock klasik ke dalam J-Pop.
Mengapa Fans L'Arc-en-Ciel Akan Menyukainya?
Ingatkah Anda saat Hyde merilis album solo Roentgen? Album yang sangat personal, tenang, namun penuh dengan skill vokal yang murni. Fujii Kaze memiliki aura yang sama. Ia memikat pendengar bukan dengan kebisingan, tapi dengan kejujuran dan teknik piano yang memukau.
Lagu "Shinunoga E-Wa" yang viral secara global membuktikan bahwa kualitas musik yang baik tidak mengenal batas bahasa. Bagi fans Laruku yang sudah lebih dewasa dan mulai menikmati musik-musik yang lebih "berisi" secara komposisi namun tetap enak didengar saat bersantai, Fujii Kaze adalah pilihan utama.
Jika Anda Cielers yang berminat menyimak lagu demi lagu para penyanyi solo Jepang era baru ini, cobalah bikin strategi mendengarkan untuk bridging the gap antara lagu Laruku dengan lagu-lagu mereka. Untuk transisi yang sempurna, cobalah membuat playlist yang mencampurkan lagu legendaris Laruku dengan lagu era baru ini.
Contohnya, "Hitomi no Jyuunin" (Laruku) dengan "Lemon" (Kenshi Yonezu). Coba pula dengarkan kombinasi "Stay Away (Laruku) dengan "Usseewa" (Ado). Komposisi lain mungkin saja "Honey" (Laruku) dan "Tokimeki" (Vaundy) atau "Anata" (Laruku) dan "Michi Teyu Ku" (Fujii Kaze)
Industri musik Jepang mungkin telah berubah secara teknologi, namun "nyawa" dari J-Rock yang kita cintai dari L'Arc-en-Ciel tetap hidup dalam diri musisi-musisi muda ini. Mereka adalah pewaris semangat avant-garde yang pernah dibawa Hyde dkk pada masanya. Nah, siapa dari kelima musisi di atas yang akan menjadi favorit baru Anda?
0 Comments
Silakan berdiskusi dengan sopan. Komentar akan muncul setelah dimoderasi